. WELCOME TO MY BLOG: Desember 2009

Alkisah, di pinggir sebuah kota , tinggal seorang seniman pematung yang sangat terkenal di seantero negeri. Hasil karyanya yang halus, indah, dan penuh penghayatan banyak menghiasi rumah-rumah bangsawan dan orang-orang kaya di negeri itu. Bahkan, di dalam istana kerajaan hingga taman umum milik pemerintah pun, dihiasi dengan patung karya si seniman itu.
Suatu hari, datang seorang pemuda yang merasa berbakat memohon untuk menjadi muridnya. Karena niat dan semangat si pemuda, dia diperbolehkan belajar padanya. Bahkan, ia juga diijinkan untuk tinggal di rumah paman si pematung.
Sejak hari itu, mulailah dia belajar dengan tekun, mengukur ketepatan bahan adonan semen, membuat rangka, cara menggerakkan jari-jari tangan, dan mengenali setiap tekstur sesuai bentuk dan jenis benda yang akan dibuat patung, dan berbagai kemampuan mematung lainnya.
Setelah belajar sekian lama, si murid merasa tidak puas. Sebab, menurutnya, hasil patungnya belum bisa menyamai keindahan patung gurunya. Dia pun kemudian menganalisa dengan seksama, lantas memutuskan meminjam alat-alat yang biasa dipakai gurunya. Dia berpikir, rahasia kehebatan sang guru pasti di alat-alat yang dipergunakan.
”Guru, bolehkan saya meminjam alat-alat yang biasa Guru pakai untuk mematung? Saya ingin mencoba membuat patung dengan memakai alat-alat yang selalu dipakai guru agar hasilnya bisa menyamai patung buatan Guru.” ”Silakan pakai, kamu tahu dimana alat-alat itu berada kan ? Ambil saja dan pakailah, ” jawab sang guru sambil tersenyum.
Selang beberapa hari, dengan wajah lesu si murid mendatangi gurunya dan berkata, ”Guru, saya sudah berusaha dan berlatih dengan tekun sesuai petunjuk Guru, memakai alat-alat yang biasa dipakai Guru. Kenapa hasilnya tetap tidak sebagus patung yang Guru buat”Anakku, gurumu ini belajar dan berlatih membuat patung selama puluhan tahun. Mengamati obyek benda, mencermati setiap gerak dan tekstur, kemudian berusaha menuangkannya ke dalam karya seni dengan segenap hati dan seluruh pikiran. Tidak terhitung berapa kali kegagalan yang telah dibuat, tapi tidak pernah pula berhenti mematung hingga hari ini. Bukan alat-alat bantu yang engkau pinjam itu yang kamu butuhkan untuk menjadi seorang pematung handal, tetapi jiwa seni dan semangat untuk menekuninya yang harus engkau punyai. Dengan begitu, lambat laun engkau akan terlatih dan menjadi pematung yang baik. ”

”Terima kasih Guru, saya berjanji akan terus berlatih, mohon Guru bersabar mengajari saya. ”
Pembaca yang berbahagia,Untuk menciptakan sebuah maha karya, tidak cukup hanya mengandalkan talenta semata. Kita butuh proses belajar dan ketekunan berlatih bertahun-tahun. Bahkan, meski dibantu alat-alat secanggih apapun, hasil yang didapat sebenarnya sangat tergantung pada tangan-tangan terampil dan terlatih yang menggerakkannya.
Demikian pula dalam kehidupan ini, jika ingin meraih prestasi yang gemilang, ada harga yang harus kita bayar! Apapun bidang yang kita geluti, apapun talenta yang kita miliki, kita membutuhkan waktu, fokus dan kesungguhan hati dalam mewujudkannya hingga tercapai kesuksesan yang membanggakan!

Read More......
Jumat, 18 Desember 2009 Posted in | | 1 Comments »

Sebuah virus baru sudah ditemukan, dan digolongkan oleh Microsoft sebagai yang paling merusak!
Virus itu baru ditemukan pada hari Minggu siang yang lalu oleh McAfee, dan belum ditemukan vaksin untuk mengalahkannya.Virus ini merusak Zero dari Sektor hard disc, yang menyimpan fungsi
informasi-informasi terpenting. Virus ini berjalan sebagai berikut : •Secara otomatis virus ini akan terkirim ke semua nama dalam daftar alamat anda dengan judul;
“Sebuah Kartu Untuk Anda”(Une Carte Pour Vous , atau A Card For You)Begitu kartu virtual itu terbuka, virus itu akan membekukan komputer sehingga penggunanya harus memulainya kembali; kalau anda menekan CTRL+ALT+DEL atau perintah untuk restart, virus itu akan merusak Zero dari Sektor Boot hard disk, sehingga hard disk akan rusak secara permanen.Menurut CNN, virus itu dalam beberapa jam sudah menimbulkan kepanikan di New York . Peringatan ini telah diterima oleh pegawai Microsoft sendiri. Jangan membuka e-mail dengan judul:
“Sebuah Kartu Untuk Anda”(Une Carte Pour Vous , atau A Card For You)Kirimkan pesan ini kepada semua teman anda. Saya rasa bahwa sebagian besar orang, lebih suka mendapat peringatan ini 25 kali daripada tidak sama sekali.AWAS!!! Jangan terima kontak pti_bout_de_ chou@hotmail. com.
Ini virus yang akan memformat komputer anda.Kirimkan pesan ini ke semua orang yang ada di dalam daftar alamat anda. Kalau anda tidak melakukannya dan salah seorang teman anda memasukkannya dalam daftar alamatnya, komputer anda juga akan terkena

Soo ...Be CarefuLL and Share This Information Okay ...

by ; eLjhon

Read More......
Posted in | | 0 Comments »

Dalam hidup ini, bahagia tidaknya kita, kita sendiri yang akan menentukan. Hanya karena kebodohan, kita dibayangi oleh rasa kekhawatiran dan rasa takut yang sebenarnya tidak perlu ada.
Berhati lurus adalah menjaga hati dan pikiran agar tidak mudah goyah oleh godaan. Bagi yang berkepribadian lemah dan berjiwa rapuh akan mudah tergoda pada kesenangan duniawi.
Mata kita hanya melihat benda-benda yang indah, telinga kita hanya akan mendengar suara yang merdu, dan lidah hanya mau mencicipi makanan yang lezat. Tubuh menjadi manja, dan pikiran mengembara ke mana-mana tanpa dapat dikendalikan.
Orang bijak mengatakan bahwa perang yang tidak ada habisnya adalah perang melawan diri sendiri. Musuh yang paling sulit ditaklukkan adalah diri sendiri.
Hati yang bercabang ibarat kuda yang lepas dari kendali. Karena itu kita harus menjaga keseimbangan hati dan pikiran kita. Hindari pikiran yang menyesatkan, karena nantinya akan menimbulkan malapetaka bagi diri sendiri.Bila kita ingin menuai benih kebahagiaan, taburlah benih kebaikan. Kita mulai dengan menanam bibit-bibit kebaikan, mencabut rumput-rumput ketamakan, kebencian, iri hati, mengairinya dengan ketabahan dan kemurahan hati, serta menyuburkannya dengan memberi pupuk perilaku yang berbudi. Dengan begitu, sudah sepantasnya kita menikmati hasil panen yang memuaskan.

Read More......
Posted in | | 0 Comments »

Suatu malam, sepulang kerja, saya mampir di sebuah restoran cepat saji di
kawasan Metroolitan MaLL Bekasi Timur. Suasana sepi. Di luar hujan. Semua pelayan sudah berkemas. Restoran hendak tutup. Tetapi mungkin melihat wajah saya yang memelas karena lapar, salah seorang dari mereka memberi aba-aba untuk tetap melayani. Padahal, jika mau, bisa saja mereka menolak.

Sembari makan saya mulai mengamati kegiatan para pelayan restoran. Ada yang menghitung uang, mengemas peralatan masak, mengepel lantai dan ada pula yang membersihkan dan merapikan meja-meja yang berantakan.

Saya membayangkan rutinitas kehidupan mereka seperti itu dari hari ke hari. Selama ini hal tersebut luput dari perhatian saya. Jujur saja, jika
menemani anak-anak makan di restoran cepat saji seperti ini, saya tidak
terlalu hirau akan keberadaan mereka. Seakan mereka antara ada dan tiada. Mereka ada jika saya membutuhkan bantuan dan mereka serasa tiada jika saya terlalu asyik menyantap makanan.

Namun malam itu saya bisa melihat sesuatu yang selama ini seakan tak
terlihat. Saya melihat bagaimana pelayan restoran itu membersihkan
sisa-sisa makanan di atas meja. Pemandangan yang sebenarnya biasa-biasa saja. Tetapi, mungkin karena malam itu mata hati saya yang melihat,
pemandangan tersebut menjadi istimewa.

Melihat tumpukan sisa makan di atas salah satu meja yang sedang
dibersihkan, saya bertanya-tanya dalam hati: siapa sebenarnya yang baru
saja bersantap di meja itu? Kalau dilihat dari sisa-sisa makanan yang
berserakan, tampaknya rombongan yang cukup besar. Tetapi yang menarik
perhatian saya adalah bagaimana rombongan itu meninggalkan sampah bekas makanan.

Sungguh pemandangan yang menjijikan. Tulang-tulang ayam berserakan di atas meja. Padahal ada kotak-kotak karton yang bisa dijadikan tempat sampah. Nasi di sana-sini. Belum lagi di bawah kolong meja juga kotor oleh tumpahan remah-remah. Mungkin rombongan itu membawa anak-anak.

Meja tersebut bagaikan ladang pembantaian. Tulang belulang berserakan.Saya tidak habis pikir bagaimana mereka begitu tega meninggalkan sampah berserakan seperti itu. Tak terpikir oleh mereka betapa sisa-sisa makanan yang menjijikan itu harus dibersihkan oleh seseorang, walau dia seorang pelayan sekalipun.

Sejak malam itu saya mengambil keputusan untuk membuang sendiri sisa
makanan jika bersantap di restoran semacam itu. Saya juga meminta anak-anak melakukan hal yang sama. Awalnya tidak mudah. Sebelum ini saya juga pernah melakukannya. Tetapi perbuatan saya itu justru menjadi bahan tertawaan teman-teman. Saya dibilang sok kebarat-baratan. Sok menunjukkan pernah ke luar negeri. Sebab di Luar negari, terutama di Eropa dan Amerika, sudah jamak pelanggan membuang sendiri sisa makanan ke tong sampah. Pelayan terbatas karena tenaga kerja mahal.

Sebenarnya tidak terlalu sulit membersihkan sisa-sisa makanan kita. Tinggal meringkas lalu membuangnya di tempat sampah. Cuma butuh beberapa menit. Sebuah perbuatan kecil. Tetapi jika semua orang melakukannya, artinya akan besar sekali bagi para pelayan restoran.

Saya pernah membaca sebuah buku tentang perbuatan kecil yang punya arti besar. Termasuk kisah seorang bapak yang mengajak anaknya untuk
membersihkan sampah di sebuah tanah kosong di kompleks rumah mereka. Karena setiap hari warga kompleks melihat sang bapak dan anaknya membersihkan sampah di situ, lama-lama mereka malu hati untuk membuang sampah di situ.

Belakangan seluruh warga bahkan tergerak untuk mengikuti jejak sang bapak itu dan ujung-ujungnya lingkungan perumahan menjadi bersih dan sehat. Padahal tidak ada satu kata pun dari bapak tersebut. Tidak ada slogan, umbul-umbul, apalagi spanduk atau baliho. Dia hanya memberikan keteladanan. Keteladanan kecil yang berdampak besar.

Saya juga pernah membaca cerita tentang kekuatan senyum. Jika saja setiap orang memberi senyum kepada paling sedikit satu orang yang dijumpainya hari itu, maka dampaknya akan luar biasa. Orang yang mendapat senyum akan merasa bahagia. Dia lalu akan tersenyum pada orang lain yang dijumpainya. Begitu seterusnya, sehingga senyum tadi meluas kepada banyak orang. Padahal asal mulanya hanya dari satu orang yang tersenyum.

Terilhami oleh sebuah cerita di sebuah buku "Chiken Soup", saya kerap
membayar karcis tol bagi mobil di belakang saya. Tidak perduli siapa di
belakang. Sebab dari cerita di buku itu, orang di belakang saya pasti akan
merasa mendapat kejutan. Kejutan yang menyenangkan. Jika hari itu dia
bahagia, maka harinya yang indah akan membuat dia menyebarkan virus
kebahagiaan tersebut kepada orang-orang yang dia temui hari itu. Saya
berharap virus itu dapat menyebar ke banyak orang.

Bayangkan jika Anda memberi pujian yang tulus bagi minimal satu orang
setiap hari. Pujian itu akan memberi efek berantai ketika orang yang Anda
puji merasa bahagia dan menularkan virus kebahagiaan tersebut kepada
orang-orang di sekitarnya.

Anak saya yang di SD selalu mengingatkan jika saya lupa mengucapkan kata "terima kasih" saat petugas jalan tol memberikan karcis dan uang kembalian. Menurut dia, kata "terima kasih" merupakan "magic words" yang akan membuat orang lain senang. Begitu juga kata "tolong" ketika kita meminta bantuan orang lain, misalnya pembantu rumah tangga kita.

Dulu saya sering marah jika ada angkutan umum, misalnya bus, mikrolet,
bajaj, atau angkot seenaknya menyerobot mobil saya. Sampai suatu hari paman saya mengingatkan bahwa saya harus berempati pada mereka. Para supir kendaraan umum itu harus berjuang untuk mengejar setoran. "Sementara kamu kan tidak mengejar setoran?'' Nasihat itu diperoleh saya dari Paman DauLat. Sejak saat itu, jika ada kendaraan umum yang menyerobot seenak udelnya, saya segera teringat nasihat istri tersebut.

Saya membayangkan, alangkah indahnya hidup kita jika kita dapat membuat orang lain bahagia. Alangkah menyenangkannya jika kita bisa berempati pada perasaan orang lain. Betapa bahagianya jika kita menyadari dengan membuang sisa makanan kita di restoran cepat saji, kita sudah meringankan pekerjaan pelayan restoran.

Begitu juga dengan tidak membuang karcis tol begitu saja setelah
membayar, kita sudah meringankan beban petugas kebersihan. Dengan tidak membuang permen karet sembarangan, kita sudah menghindari orang dari perasaan kesal karena sepatu atau celananya lengket kena permen karet.

Kita sering mengaku bangsa yang berbudaya tinggi tetapi berapa banyak di
antara kita yang ketika berada di tempat-tempat publik, ketika membuka
pintu, menahannya sebentar dan menoleh kebelakang untuk berjaga-jaga
apakah ada orang lain di belakang kita? Saya pribadi sering melihat orang
yang membuka pintu lalu melepaskannya begitu saja tanpa perduli orang di
belakangnya terbentur oleh pintu tersebut.

Jika kita mau, banyak hal kecil bisa kita lakukan. Hal yang tidak
memberatkan kita tetapi besar artinya bagi orang lain. Mulailah dari
hal-hal kecil-kecil. Mulailah dari diri Anda lebih dulu. Mulailah sekarang juga.

Read More......
Posted in | | 0 Comments »

Seorang pria turun dari sebuah mobil mewah yang diparkir di depan kuburan umum. Pria itu berjalan menuju pos penjaga kuburan. Setelah memberi salam, pria yang ternyata adalah sopir itu berkata, " Pak, maukah Anda menemui wanita yang ada di mobil itu? Tolonglah Pak, karena para dokter mengatakan sebentar lagi beliau akan meninggal!"
Penjaga kuburan itu menganggukkan kepalanya tanda setuju dan ia segera berjalan di belakang sopir itu.eorang wanita lemah dan berwajah sedih membuka pintu mobilnya dan berusaha tersenyum kepada penjaga kuburan itu sambil berkata, " Saya Ny . Steven. Saya yang selama ini mengirim uang setiap dua minggu sekali kepada Anda. Saya mengirim uang itu agar Anda dapat membeli seikat kembang dan menaruhnya di atas makam anak saya. Saya datang untuk berterima kasih atas kesediaan dan kebaikan hati Anda. Saya ingin memanfaatkan sisa hidup saya untuk berterima kasih kepada orang-orang yang telah menolong saya."
"Ooo, jadi Nyonya yang selalu mengirim uang itu? Nyonya, sebelumnya saya minta maaf kepada Anda. Memang uang yang Nyonya kirimkan itu selalu saya belikan kembang, tetapi saya tidak pernah menaruh kembang itu di pusara anak Anda." jawab pria itu.
"Apa, maaf?" tanya wanita itu dengan gusar.
"Ya, Nyonya. Saya tidak menaruh kembang itu di sana karena menurut saya, orang mati tidak akan pernah melihat keindahan seikat kembang..
Karena itu setiap kembang yang saya beli, saya berikan kepada mereka yang ada di rumah sakit, orang miskin yang saya jumpai, atau mereka yang sedang bersedih. Orang-orang yang demikian masih hidup, sehingga mereka dapat menikmati keindahan dan keharuman kembang-kembang itu, Nyonya," jawab pria itu.
Wanita itu terdiam, kemudian ia mengisyaratkan agar sopirnya segera pergi.
Tiga bulan kemudian, seorang wanita cantik turun dari mobilnya dan berjalan dengan anggun ke arah pos penjaga kuburan."Selamat pagi. Apakah Anda masih ingat saya? Saya Ny . Sitanggang. Saya datang untuk berterima kasih atas nasihat yang Anda berikan beberapa bulan yang lalu. Anda benar bahwa memperhatikan dan membahagiakan mereka yang masih hidup jauh lebih berguna daripada meratapi mereka yang sudah meninggal.
Ketika saya secara langsung mengantarkan kembang-kembang itu ke rumah sakit atau panti jompo, kembang-kembang itu tidak hanya membuat mereka bahagia, tetapi saya juga turut bahagia.Sampai saat ini para dokter tidak tahu mengapa saya bisa sembuh, tetapi saya benar-benar yakin bahwa sukacita dan pengharapan adalah obat yang memulihkan saya!..

Pesan moral :

Jangan pernah mengasihani diri sendiri, karena mengasihani diri sendiri akan membuat kita terperangkap di kubangan kesedihan. Ada prinsip yang mungkin kita tahu, tetapi sering kita lupakan, yaitu dengan menolong orang lain sesungguhnya kita menolong diri sendiri.

by ; eLjhon

Read More......
Posted in | | 0 Comments »

Mengapa sebuah sapu lidi begitu murah harganya? Begitu murahnya sampai-sampai jauh lebih murah daripada seteguk air penghilang dahaga.

Padahal, apakah Anda tahu, bahan dasar lidi itu harus dipetik dari pepohonan kelapa yang ditanam di dusun-dusun jauh di pedalaman. Harus diserut, dihaluskan, diikat kuat agar mudah digunakan dan tak melukai tangan.

Ia harus diangkut oleh kendaraan, melewati pasar dan naik turun timbangan penawaran. Karena, ia dipetik oleh tangan-tangan kecil yang tak menuntut banyak upah.

Ia dijalin oleh perempuan-perempuan yang tak menghitung laba rugi. Ia juga dipikul oleh bahu-bahu para lelaki yang tak terlalu mengerti transaksi jual beli.

Sebatang sapu lidi itu begitu murah sampai di tangan kita, karena orang-orang itu tak menghitung jerih perih kerjanya. Mereka pun tak menghitung berapa banyak butir-butir keringatnya yang telah jatuh membasahi tubuhnya.

Mari kita sadari bahwa di balik kemurahan dan kemudahan yang kita terima sekarang ini, terselip pengorbanan patut kita hargai dan renungkan..

Read More......
Posted in | | 0 Comments »

Sekelompok kodok sedang berjalan-jalan melintasi hutan. Malangnya, dua di antara kodok tersebut jatuh kedalam sebuah lubang. Kodok-kodok yang lain mengelilingi lubang tersebut. Ketika melihat betapa dalamnya lubang tersebut, mereka berkata pada kedua kodok tersebut bahwa mereka lebih baik mati.
Kedua kodok tersebut mengacuhkan komentar-komentar itu dan mencoba melompat keluar dari lubang itu dengan segala kemampuan yang ada. Kodok yang lainnya tetap mengatakan agar mereka berhenti melompat dan lebih baik mati.
Akhirnya, salah satu dari kodok yang ada di lubang itu mendengarkan kata-kata kodok yang lain dan menyerah. Dia terjatuh dan mati.
Sedang kodok yang satunya tetap melanjutkan untuk melompat sedapat mungkin. Sekali lagi kerumunan kodok tersebut berteriak padanya agar berhenti berusaha dan mati saja.
Dia bahkan berusaha lebih kencang dan akhirnya berhasil. Akhirnya, dengan sebuah lompatan yang kencang, dia berhasil sampai di atas.
Kodok lainnya takjub dengan semangat kodok yang satu ini, dan bertanya "Apa kau tidak mendengar teriakan kami?" Lalu kodok itu (dengan membaca gerakan bibir kodok yang lain) menjelaskan bahwa ia tuli.Akhirnya mereka sadar bahwa saat di bawah tadi mereka dianggap telah memberikan semangat kepada kodok tersebut.

Pesan Moral :

Apa yang dapat kita pelajari dari ilustrasi di atas?
Kata-kata positif yang diberikan pada seseorang yang sedang "jatuh" justru dapat membuat orang tersebut bangkit dan membantu mereka dalam menjalani hari-hari. Sebaliknya, kata-kata buruk yang diberikan pada seseorang yang sedang "jatuh" dapat membunuh mereka. Hati hatilah dengan apa yang akan diucapkan.
Suarakan 'kata-kata kehidupan' kepada mereka yang sedang menjauh dari jalur hidupnya. Kadang-kadang memang sulit dimengerti bahwa 'kata-kata kehidupan' itu dapat membuat kita berpikir dan melangkah jauh dari yang kita perkirakan.
Semua orang dapat mengeluarkan 'kata-kata kehidupan' untuk membuat rekan dan teman atau bahkan kepada yang tidak kenal sekalipun untuk membuatnya bangkit dari keputus-asaannya, kejatuhannya dan kemalangannya.
Sungguh indah apabila kita dapat meluangkan waktu kita untuk memberikan spirit bagi mereka yang sedang putus asa dan jatuh..

by ; eLjhon

Read More......
Posted in | | 0 Comments »

Kehidupan Bukanlah Sekedar Rutinitas

Berapa umur kita saat ini?
25 tahun, 35 tahun, 45 tahun atau bahkan 60 tahun...
Berapa lama kita telah melalui kehidupan kita? Berapa lama lagi sisa waktu kita untuk menjalani kehidupan? Tidak ada seorang pun yang tahu kapan kita mengakhiri hidup ini.

Matahari terbit dan kokok ayam menandakan pagi telah tiba. Waktu untuk kita bersiap melakukan aktivitas, sebagai karyawan, sebagai pelajar, sebagai seorang profesional, dll.

Kita memulai hari yang baru. Macetnya jalan membuat kita semakin tegang menjalani hidup. Terlambat sampai di kantor, itu hal biasa. Pekerjaan menumpuk, tugas dari boss yang membuat kepala pusing, sikap anak buah yang tidak memuaskan, dan banyak problematika pekerjaan harus kita hadapi di kantor.

Tak terasa, siang menjemput... "Waktunya istirahat..makan- makan.." Perut lapar, membuat manusia sulit berpikir. Otak serasa buntu. Pekerjaan menjadi semakin berat untuk diselesaikan. Matahari sudah berada tepat di atas kepala. Panas betul hari ini...

Akhirnya jam istirahat selesai, waktunya kembali bekerja...Perut kenyang, bisa jadi kita bukannya semangat bekerja malah ngantuk. Aduh tapi pekerjaan kok masih banyak yang belum selesai. Mulai lagi kita kerja, kerja dan terus bekerja sampai akhirnya terlihat di sebelah barat...

Matahari telah tersenyum seraya mengucapkan selamat berpisah. Gelap mulai menjemput. Lelah sekali hari ini. Sekarang jalanan macet. Kapan saya sampai di rumah. Badan pegal sekali, dan badan rasanya lengket. Nikmat nya air hangat saat mandi nanti. Segar segar...

Ada yang memacu kendaraan dengan cepat supaya sampai di rumah segera, dan ada yang berlarian mengejar bis kota bergegas ingin sampai di rumah. Dinamis sekali kehidupan ini.

Waktunya makan malam tiba. Ibu kita telah menyiapkan makanan kesukaan kita. "Ohh..ada sop ayam" . "Wah soto daging buatan ibu memang enak sekali". Anak memuji masakan Ibunya. Itu juga kan yang sering kita lakukan.

Selesai makan, bersantai sambil nonton TV. Tak terasa heningnya malam telah tiba. Lelah menjalankan aktivitas hari ini, membuat kita tidur dengan lelap. Terlelap sampai akhirnya pagi kembali menjemput dan
mulailah hari yang baru lagi.

Kehidupan..ya seperti itulah kehidupan di mata sebagian besar orang. Bangun, mandi, bekerja, makan, dan tidur adalah kehidupan.

Jika pandangan kita tentang arti kehidupan sebatas itu, mungkin kita tidak ada bedanya dengan hewan yang puas dengan bisa bernapas, makan, minum, melakukan kegiatan rutin, tidur. Siang atau malam adalah sama. Hanya rutinitas... sampai akhirnya maut menjemput. Memang itu adalah kehidupan tetapi bukan kehidupan dalam arti yang luas.

Sebagai manusia jelas kita memiliki perbedaan dalam menjalankan kehidupan. Kehidupan bukanlah sekedar rutinitas.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencurahkan potensi diri kita untuk orang lain. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita berbagi suka
dan duka dengan orang yang kita sayangi. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita bisa mengenal orang lain. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita melayani setiap umat manusia. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencintai pasangan kita, orang tua kita, saudara, serta mengasihi sesama kita. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita belajar dan terus belajar tentang arti kehidupan. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita selalu mengucapsyukur kepada Yang Maha Kuasa .. Kehidupan adalah ... dll.

Begitu banyak Kehidupan yang bisa kita jalani. Berapa tahun kita telah melalui kehidupan kita? Berapa tahun kita telah menjalani kehidupan rutinitas kita? Akankah sisa waktu kita sebelum ajal menjemput hanya kita korbankan untuk sebuah rutinitas belaka?

Kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput, mungkin 5 tahun lagi, mungkin 1 tahun lagi, mungkin sebulan lagi, mungkin besok, atau mungkin 1 menit lagi. Hanya Tuhanlah yang tahu...

Pandanglah di sekeliling kita...ada segelintir orang yang membutuhkan kita. Mereka menanti kehadiran kita. Mereka menanti dukungan kita. Orang tua, saudara, pasangan, anak, sahabat dan sesama...... Serta Tuhan yang setia menanti ucapan syukur dari bibir kita.

Bersyukurlah padaNYA setiap saat bahwa kita masih dipercayakan untuk menjalani kehidupan ini. Buatlah hidup ini menjadi suatu ibadah.

Selamat menjalani hidup yang lebih berkualitas.

Read More......
Posted in | | 0 Comments »

1.TAKLUKKAN DIRI SENDIRI

“Dia yang bisa menaklukkan orang lain adalah manusia kuat.
Dia yang bisa menaklukkan dirinya sendiri adalah manusia super.” (Lao Tze)
Perenungan Diri:
1. Malam hari sambil berbaring tidur, ambil waktu 1 - 2 menit.
2. Lakukan refleksi kegiatan hari ini secara cepat saja.
3. Tanyakan ke dalam diri sendiri: “Apakah masih ada emosi negatif yang tersimpan dalam diriku saat ini ?”
4. Lalu, tarik nafas yang dalam dan tahan nafas selama yang bisa Anda lakukan.
5. Bayangkan kejadian yang menimbulkan emosi negatif tersebut.
6. Buang dan lepaskan dengan menghembuskan nafas sepanjang mungkin.
7. Lanjutkan dengan bernafas perlahan saja, dan makin perlahan, sampai seluruh badan terasa rileks bak tanpa otot.
8. Diam sejenak dan ambil keputusan untuk berubah, misalnya: “Besok mau senyum aja aaah…” dan tidurlah dengan senyum… zzz…zzz…
Karena jika dengan ikhlas kita mulai bisa menaklukkan diri sendiri, maka kekalahan bukan lagi kekalahan, bukan?

2. BELAJAR DARI KEKALAHAN
“Jika Anda belajar sesuatu dari kekalahan,sesungguhnya Anda tidak kalah” ( Zig Ziglar )
Saat Anda “merasa” kalah, lakukan berikut:
- Duduk diam dan tarik nafas panjang
- Cari penyebab kekalahan tersebut (cepat saja)
- Ambil pelajaran dari kekalahan itu
- Pejamkan mata: Tersenyumlah dan bersyukur
- Hembuskan nafas secepat mungkin
- Bangkit dan lompatlah setinggi mungkin
“Jika Anda belajar sesuatu dari kekalahan, sesungguhnya Anda tidak kalah”. Pasti ada hikmah dari setiap kejadian, walau diberi nama “kalah”.

3. PELAUT TANGGUH …
(Bayangkan WS Rendra, ucapkan syukur dan hormat sebagai rasa kagum pada dia, masuk ke dalam diri dia dan bacakan lirik di bawah ini, bak WS Rendra)
Hidup adalah rangkaian masalah.
Jika kita melihatnya sebagai masalah.
Hidup adalah rangkaian tantangan.
Jika kita melihatnya sebagai peluang.
Tantangan penting untuk otot pikiran.
Tantangan membuat kita bertumbuh.
Tantangan membuat kita kreatif.
(baca berikut ini sambil hembuskan nafas)
Bersyukurlah jika kita mempunyai tantangan.
Karena artinya kita memiliki peluang.
(tahan nafas di perut dan baca dengan keyakinan kuat)
Ya, sebuah peluang untuk Menang.
Pepatah kuno mengatakan:
“Lautan yang tenang,
tidak menghasilkan pelaut yang tangguh”
Atasilah masalah dengan:
Tetaplah tersenyum.
Tetaplah bergandengan tangan.
Kita hanyalah berbeda, itu saja.

4. GIAT BEKERJA KUNCI SUKSES
“Tidak Ada Jalan yg Mulus utk Sukses, Giat Bekerja Adalah Kuncinya” (George G Williams )
Perenungan Diri:
Hasil penelitian mengatakan bahwa Ketekunan, Keuletan, Kegigihan akan membuat
otot di seluruh tubuh kuat, baik otot badan, otot tangan, otot kaki, bahkan
“otot” di otak kita. Yang paling penting adalah membuat kuat Otot Pikiran kita.
“Anda tidak mungkin memahami Work Smart,
sebelum Anda memiliki mental Work Hard” (Krishnamurti)
Situasi Indonesia boleh tidak menentu,tetapi nasib kita haruslah kita yang menentukan.
Kita cukup bergiat pada hal yang bisa kita kendalikan.

5. SIAPA YANG KAYA?
“Siapa yang kaya? Dia yang bersukacita dengan apa yang dimilikinya.” (Benjamin Franklin)
Perenungan Diri:
Bersukacita dan bersyukur dengan apa yang kita miliki, justru akan membuat
kita semakin bertambah makmur dan sejahtera. Hukum alam semesta mengenai
sukses ini sebenarnya sederhana sekali. Kita hanya perlu keyakinan diri
saja bahwa hal ini benar.

6. CHOOSE TO BE HAPPY …
We always have a choice We can choose to be happy or we can choose to be grumpy
But It’s always better, smarter and wiser to choose to be happy… (Melody Ross)

Perenungan diri: (baca dalam hati dengan tempo lambat)
“Bukankah hidup ini adalah pilihan?” (baca lebih lambat)
“Bukankah hidup ini adalah pilihan?” (baca lebih lambat lagi)
“Bukankah hidup ini adalah pilihan?”

7. SETIA PADA HAL KECIL
Bukan tindakan besar dan hebat, yang menentukan hidup kita, melainkan kesetiaan dalam menekuni
pekerjaan-pekerjaan kecil dan tidak berarti …. (bunda Teresa)

Perenungan Diri:
Bacalah pesan di atas berulang-ulang sampai meresap.
Bisa dengan cara pelan, sangat pelan, bahkan sangat, sangat pelan.
Boleh juga baca dalam hati dengan perasaan mantap.
Atau, diulang-ulang dalam hati untuk bagian tertentu.
“kesetiaan menekuni pekerjaan-pekerjaan kecil”
“kesetiaan menekuni pekerjaan yang tidak berarti”
Ya, memang mudah untuk dibaca, namun perlu kebesaran hati untuk mencerna.
Dan, tekad besar untuk menelannya.
Agar jadi bagian indah dalam gelora darah kita.
Karena sang musuh adalah di ego diri.
Tapi, mungkin!

8. IMPIAN PERLU UJIAN
(Baca gaya retorik Bung Karno)
kala impian membuat kita berbeda
kala cara pikir kita ditertawakan
kala senyuman kita disiniskan
kala warna semangat mulai meluntur
kala impian membuat hati bias

justru teruslah maju dan berpegang
teruslah berpegang pada impian kita
bangunlah keyakinan demi keyakinan

bukankah layang-layang terbang tinggi
karena melawan arah angin

(tarik nafas dalam dan tahan, lalu lanjutkan baca dengan keyakinan)
impian kita hanya perlu diuji
diuji untuk membangun keyakinan
(baca berikut ini sambil hembuskan nafas panjang)
keyakinan untuk mencapainya

9. TUM SPIRO, SPERO
“Tum Spiro, Spero” artinya:
“Selama Kita Bernafas, Kita Berusaha”
Buanglah kata menyerah dalam hidup ini.
Hidup ini sangat berarti, berkaryalah.
Karena kita adalah manusia, makhluk luar biasa.
Teruslah berjuang sampai nafas yang terakhir.

Sediakan waktu untuk sendiri. Untuk Diam. Untuk Meditasi. Untuk Merenung. Untuk ssst… diaaam, agar hikmah terdengar bunyinya.

Hening membuat bening…
Bening membuat jelas…
by :eLjhon

Read More......
Posted in | | 1 Comments »

Saat kau MENYUKAI seseorang,kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri.
Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri.
Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.

Saat kau MENYUKAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,”Bolehkah aku menciummu?”
Saat kau MENYAYANGI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,”Bolehkah aku memelukmu?”
Saat kau MENCINTAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya…

SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata “Sudahlah, jangan menangis.”
SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya.
CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis dipundakmu sambil berkata, “Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama.”

SUKA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, “Ia sangat cantik dan menawan.”
SAYANG adalah saat kau melihatnya kau akan melihatnya dari hatimu dan bukan matamu.
CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, “Buatku dia adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku..”

Pada saat orang yang kau SUKA menyakitimu, maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.
Pada saat orang yang kau SAYANG menyakitimu, engkau akan menangis untuknya.
Pada saat orang yang kau CINTAI menyakitimu, kau akan berkata,”Tak apa dia hanya tak tahu apa yang dia lakukan.”

Pada saat kau SUKA padanya, kau akan MEMAKSANYA untuk menyukaimu.
Pada saat kau SAYANG padanya, kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH.
Pada saat kau CINTA padanya, kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus…

SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan.
SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan.
CINTA adalah kau akan menemaninya di saat bagaimanapun keadaannya.

SUKA adalah hal yang menuntut.
SAYANG adalah hal memberi dan menerima.
CINTA adalah hal yang memberi dengan rela.

Read More......
Posted in | | 0 Comments »

Dalam negara modern, pelayanan publik telah menjadi lembaga dan profesi
yang semakin penting. Ia tidak lagi merupakan aktivitas semata, tanpa payung
hukum, gaji dan jaminan sosial yang memadai, sebagaimana terjadi di banyak negara
berkembang pada masa lalu.
Sebagai sebuah lembaga, pelayanan publik menjamin keberlangsungan administrasi
negara yang melibatkan pengembangan kebijakan pelayanan dan pengelolaan
sumberdaya yang berasal dari dan untuk kepentingan publik. Sebagai profesi,
pelayanan publik berpijak pada prinsip-prinsip profesionalisme dan etika seperti
akuntabilitas, efektifitas, efisiensi, integritas, netralitas, dan keadilan bagi semua penerima pelayanan.Menguatnya embusan globalisasi, demokratisasi, dan desentralisasi membawa peluang sekaligus tantangan tersendiri bagi pelayanan publik, khususnya pelayanan sosial bagi masyarakat dengan kebutuhan khusus. Dengan memfokuskan pada kelompok penyandang cacat dan lanjut usia, makalah ini membahas bagaimana Departemen Sosial menerapkan kebijakan pelayanan sosial terhadap kelompok yang kurang beruntung ini.
Selanjutnya, kebijakan publik akan dilaksanakan oleh administrasi negara yang di
jalankan oleh birokrasi pemerintah. Fokus utama kebijakan publik dalam negara
modern adalah pelayanan publik, yang merupakan segala bentuk jasa pelayanan, baik
dalam bentuk barang maupun jasa publik yang pada prinsipnya menjadi tanggung
jawab dan dilaksanakan oleh negara untuk mempertahankan atau meningkatkan
kualitas kehidupan orang banyak.Dalam pelaksanaannya, kebijakan publik ini harus diturunkan dalam serangkaian
petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang berlaku internal dalam birokrasi.
Sedangkan dari sisi masyarakat, yang penting adalah adanya suatu standar pelayanan
publik, yang menjabarkan pada masyarakat apa pelayanan yang menjadi haknya,
siapa yang bisa mendapatkannya, apa persyaratannnya, juga bagaimana bentuk
layanan itu.
Untuk mewujudkan keinginan tersebut dan menjadikan kebijakan tersebut efektif,
maka diperlukan sedikitnya tiga hal:
1. Adanya perangkat hukum berupa peraturan perundang-undangan sehingga
dapat diketahui publik apa yang telah diputuskan;
2. Kebijakan ini harus jelas struktur pelaksana dan pembiayaannya; dan
3. Adanya kontrol publik, yakni mekanisme yang memungkinkan publik
mengetahui apakah kebijakan ini dalam pelaksanaannya mengalami
penyimpangan atau tidak.
Dalam masyarakat otoriter kebijakan dan pelayanan publik seringkali hanya
berdasarkan keinginan penguasa semata. Sehingga penjabaran tiga hal di atas tidak
berjalan. Tetapi dalam masyarakat demokratis, yang kerap menjadi persoalan adalah
bagaimana menyerap opini publik dan membangun suatu kebijakan yang mendapat
dukungan publik.
Kemampuan para pemimpin politik berkomunikasi dengan masyarakat guna
menampung keinginan mereka adalah penting. Tetapi sama pentingnya adalah
kemampuan para pemimpin untuk menjelaskan pada masyarakat kenapa suatu
keinginan tidak bisa dipenuhi.
Adalah Hanya Impian untuk mengharapkan bahwa ada pemerintahan yang bisa memuaskan
seluruh masyarakat setiap saat. Namun, adalah otoriter suatu pemerintahan yang tidak
memperhatikan dengan sungguh-sungguh aspirasi dan berusaha mengkomunikasikan
kebijakan yang berjalan maupun yang akan dijalankannya.

Read More......
Posted in | | 0 Comments »

Krisis ekonomi yang parah di Indonesia menyebabkan pengangguran besar-besaran, kelangkaan pangan, dan merosotnya standar hidup, serta meningkatnya kejahatan, penjarahan, dan gejala-gejala gangguan sosial lainnya. Korupsi yang meluas masih merupakan masalah. Kerusuhan-kerusuhan besar memicu tuntutan kepada pemerintah agar bertindak lebih efektif dalam menangani ketimpangan sosial dan ekonomi dan meredam ketidaktertiban. Di daerah pedesaan, ketidakpuasan sering berpusat pada tuntutan ganti rugi oleh para pemilik tanah kecil, terutama mereka yang dipaksa melepaskan tanah mereka oleh kepentingan ekonomi dan militer yang kuat. Di beberapa kawasan, eksploitasi sumber daya alam menyebabkan penurunan mutu lingkungan dengan akibat sosial yang merugikan. Pemerintah terus melakukan pelanggaran serius atas hak asasi manusia. Penampilannya membaik setelah pengunduran diri Presiden Soeharto, ketika pemerintah mendukung kebebasan pers yang lebih luas, melepaskan banyak tahanan politik, menandatangani atau meratifikasi konvensi-konvensi hak asasi dan buruh yang penting, dan aparat keamanan lebih sering menahan diri dalam menghadapi demonstrasi. Selain itu, pemerintah menghadapi peningkatan tekanan masyarakat untuk memperkuat perlindungan atas hak asasi manusia, buruh dan sipil. Aparat keamanan terus melakukan pembunuhan sewenang-wenang sepanjang tahun, termasuk orang sipil tak bersenjata, terutama di Timor Timur dan Irian Jaya. Pihak keamanan menembak dan membunuh empat mahasiswa tak bersenjata yang ikut dalam demonstrasi damai di Universitas Trisakti pada 12 Mei. Dua anggota polisi dijatuhi hukuman penjara pendek karena tidak mengikuti perintah, tapi mereka tidak dituduh atas pembunuhan ini. Banyak pihak menilai mereka dijadikan kambing hitam karena bukti menunjukkan bahwa ada kesatuan militer lain yang bertanggung jawab. Pihak keamanan juga menembak dan membunuh pemrotes pada demonstrasi bulan November. Penculikan para aktivis politik dan hak asasi merupakan masalah serius selama bulan Mei. Selama tahun terakhir Soharto berkuasa, setidaknya 20 aktivis hilang. ABRI pada bulan Agustus mengaku bertanggung jawab atas penculikan ilegal atas sembilan orang aktivis yang sudah dilepas. Sebagian dari mereka mengatakan mereka disiksa selama ditahan. Paling tidak 12 aktivis masih hilang pada akhir tahun. Hukuman tanpa sanksi kriminal dijatuhkan pada tiga perwira tinggi dalam hubungannya dengan kasus penculikan, dan pengadilan militer atas 11 perwira yang lebih rendah dimulai bulan Desember. Pihak keamanan terus menyiksa atau bertindbertindak kasar terhadap orang lain. DPR meratifikasi Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Hukuman Kejam, Tidak Manusiawi, atau Merendahkan lainnya bulan Juli, tapi perlindungan hukum terhadap penyiksaan masih kurang. Selama kerusuhan besar-besaran pada pertengahan Mei, massa mengarah pada masyarakat etnik Cina, yang tidak dilindungi oleh pihak berwajib. Setelah kerusuhan, muncul banyak tuduhan tentang pemerkosaan atas wanita Cina, memaksa pemerintah untuk membentuk tim pencari fakta guna menyelidiki kerusuhan dan perkosaan. Tim menemukan bahwa unsur-unsur militer terlibat dalam kerusuhan itu, beberapa di antaranya dengan sengaja diprovokasi. Tim juga membuktikan
adanya 66 kasus perkosaan wanita, sebagian besar wanita Indonesia keturunan Cina, serta sejumlah tindakan kekerasan lain terhadap wanita. ABRI secara terbuka mengakui beberapa kasus pelanggaran hak asasi di masa lalu dan meluncurkan penyelidikan yang masih belanjut sampai sekarang atas sebagian pelanggaran yang lebih buruk. Pihak keamanan terus melakukan penangkapan dan penahanan sewenang-wenang. Badan yudikatif penuh dengan korupsi, dan tetap tunduk pada cabang eksekutif. Pihak keamanan secara teratur melanggar hak pribadi kaum sipil. Kondisi penjara tetap menyedihkan.

Read More......
Posted in | | 0 Comments »

Perubahan sosial dapat diartikan sebagai segala perubahan pada lembaga-lembaga sosial dalam suatu masyarakat.Perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga sosial itu selanjutnya mempunyai pengaruhnya padasistem-sistem sosialnya,termasuk di dalamnyanilai-nilai, pola-pola perila kuat atau pun sikap-sikap dalam masyarakatitu yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial.
Masih banyakfaktor-faktor penyebab perubahan sosial yang dapat disebutkan, ataupun mempengaruhi proses suatu perubahan sosial. Kontak-kontak dengan kebudayaan lain yang kemudian memberikan pengaruhnya, perubahan pendidikan,ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu, penduduk yang heterogen, tolerasi terhadap perbuatan-perbuatan yang semula dianggap menyimpang dan melanggar tetapi yang lambat laun menjadi norma-norma, bahkan peraturan-peraturan atau hukum-hukum yang bersifat formal.
Ada pandangan yang menyatakan bahwa perubahan sosial itu merupakan suatu tanggapan ataupun jawaban dialami terhadap perubahan-perubahan tiga unsur utama :
1. Faktoralam
2. Faktorteknologi
3. Faktorkebudayaan
Kalau ada perubahan dari pada salah satu faktor tadi, ataupun kombinasi dua diantaranya, atau bersama-sama, maka terjadilah perubahan sosial.
Faktor alam apabila yang dimaksudkan adalah perubahan fisik, kurangsekalimenentukan perubahan sosial.Hubungan antara perubahan alam dan perubahan sosial atau masyarakat tidak begitu kelihatan, karena jarang sekali alam mengalami perubahan yang menentukan, kalau pun ada maka prosesnya itu adalah lambat.Dengan demikian masyarakat jauh lebih cepat berubah menyadari pada perubahan alam.Praktis tak ada hubungan langsung antara kedua perubahan tersebut.Tetapi kalau faktor alam ini diartikan juga faktor biologis, hubungan itu bisa di lihat nyata.Misalnya saja pertambahan penduduk yang demikian pesat, yang mengubah dan memerlukan polarelasi ataupun sistem komunikasi lain yang baru.
Perubahan sosial adalah proses dimana terjadi perubahan struktur dan fungsi suatu sistem sosial. Revolusinasional, pembentukan suatulembaga pembangunan desa, pengadopsian metode keluarga berencana oleh suatu keluarga, adalah merupakancontoh-contoh perubahan sosial Perubahan, baik pada fungsi maupun struktur sosial adalah terjadi sebagai akibat dari kegiatan-kegiatan tersebut di atas.Struktur suatu sistem terdiri dari berbagai status individu dan status kelompok-kelompok yang teratur.Berfungsinya struktur status-status itu merupakan seperangkat peranan atau perilakunya atas seseorang dalam status tertentu. Status danperanansalingmempengaruhisatusama lain. Status guru sekolahmisalnya, menghendakiperilaku-perilakutertentubagiseseorang yang mendudukiposisiitu, dan mempengaruhi tingkah laku orang tersebut.Mungkin saja seseorang menyimpang jauh dariseperangkat tingkahlaku yang diharapkan (karena dia mendudukiposisi status tertentu), tetapi statusnya mungkin berubah.Fungsi sosial dan struktur sosial berhubungan sangat erat dan saling mempengaruhi satu samalain. Dalam proses perubahan sosial, jika salah satu berubah, maka yang lain akan berubahjuga..

Read More......
Posted in | | 0 Comments »

Bagaimana pengaruh media komunikasi massa terhadap perubahan masyarakat, lebih jauh
bagaimana perubahan itu dalam kaitan dengan masyarakat Indonesia yang pluralistis, merupakan persoalan kunci pembahasan ini. Media massa dipandang punya kedudukan strategis untuk melakukan perubahan dalam masyarakat. Dengan begitu media massa merupakan instrumen fungsi pragmatis dari pihak di luar media massa ataupun bagi pemilik media massa sendiri dalam menghadapi masyarakat. Pada sisi lain, keberadaan media massa dilihat dari sifat materinya yang terdiri atas fakta dan fiksi. Kedua macam materi ini selain memiliki perbedaan dalam hal sumbernya, juga memiliki konteks kemanfaatan yang berbeda bagi penerimanya. Materi faktual membawa penerimanya kepada alam interaksi sosial yang bersifat empiris dan obyektif,
sementara materi fiksional ke alam psikologis yang sifatnya subyektif. Secara sederhana dapat disebut bahwa yang pertama mengajak orang untuk ke dunia luar, untuk terlibat pada alam sosial.Sedang yang kedua membawa orang ke dunia dalam, memasuki alam psikologisnya sendiri.

Secara akademik, keberadaan media massa dan masyarakat perlu dilihat secara bertimbal balik. Untuk itu biasa digunakan landasan konseptual, setidaknya ada 2 pandangan yaitu apakah
media membentuk (moulder) atau mempengaruhi masyarakat, ataukah sebaliknya sebagai cermin atau dipengaruhi oleh realitas masyarakat. Dalam bahasa sederhana, apakah media massa menjadi penyebab rusaknya masyarakat, ataukah media massa hanyalah mencerminkan wajah codet masyarakat? Dua landasan ini menjadi titik tolak dari bangunan epistemogis dalam kajian media, yang mencakup ranah pengetahuan mengenai hubungan antara masyarakat nyata(real) dengan media, antara media dengan masyarakat cyber, dan antara masyarakat real dengan masyarakat cyber secara bertimbal-balik.

Alasannya , bahwa media membentuk masyarakat bertolak dari landasan bersifat
pragmatis sosial dengan teori stimulus – respons dalam behaviorisme. Teori media dalam landasan positivisme ini pun tidak bersifat mutlak, varian pengaruh media massa terdiri atas 3 varian, pertama: menimbulkan peniruan langsung kedua: menyebabkan ketumpulan terhadap norma dan ketiga: terbebas dari tekanan psikis bagi
khalayak media massa. Selain itu dikenal pula kerangka konseptual tentang keberadaan media massa dengan landasan bersifat kultural, melalui perspektif kritis yang melihat pengaruh media adalah dalam menyampaikan dan memelihara dominasi ideologi borjuis, membentuk dan memelihara ideologi dominan atau nilai arus utama (mainstream) dalam masyarakat.

Read More......
Posted in | | 0 Comments »

Dari berbagai pengertian tersebut maka Social Entrepreneur sesungguhnya
adalah mampu untuk :
• Melaksanakan cita-cita mengubah dan memperbaiki nilai-nilai sosial
• Menemu kenali berbagai peluang untuk melakukan perbaikan
• Selalu melibatkan diri dalam proses inovasi, adaptasi, pembelajaran yang
terus menerus
• Bertindak tanpa menghiraukan berbagai hambatan atau keterbatasan
yang dihadapinya
• Memiliki akunta bilitas dalam mempertanggungjawabkan hasil yang dicapainya,kepada masyarakat.


Social Entreprenuers makin berperan dalam pembangunan ekonomi karena
ternyata mampu memberikan daya cipta nilai –nilai sosial maupun ekonomi, yakni :
1. Menciptakan kesempatan kerja
2. Melakukan inovasi dan kreasi baru terhadap produksi barang ataupun
jasa yang dibutuhkan masyarakat
3. Menjadi modal sosial
4. Peningkatan Kesetaraan (equity promotion).

Contohnya
1. Kesempatan Kerja
Manfaat ekonomi yang dirasakan dari Social Entrepreneurship di berbagai
negara adalah penciptaan kesempatan kerja baru yang meningkat secara signifikan.

2. Inovasi dan Kreasi
Berbagai inovasi terhadap jasa kemasyarakatan yang selama ini tidak tertangani oleh
pemerintah dapat dilakukan oleh kelompok Social Entrepereneurship seperti misalnya :
penanggulangan HIV dan narkoba, pemberantasan buta huruf, kurang gizi.

3. Modal Sosial
Modal sosial merupakan bentuk yang paling penting dari berbagai modal
yang dapat diciptakan oleh social entrepreneur karena walaupun dalam kemitraan
ekonomi yang paling utama adalah nilai -nilai : saling pengertian

4. Peningkatan Kesetaraan
Salah satu tujuan pembangunan ekonomi adalah terwujudnya kesetaraan dan
pemerataan kesejahteraan masayarakat. Dan melalui social entrepreneurship tujuan tersebut akan dapat diwujudkan,karena para pelaku bisnis yang semula hanya memikirkan pencapaian keuntungan yang maksimal, selanjutnya akan tergerak pula untuk memikirkan pemerataan pendapatan agar dapat dilakukan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Read More......
Posted in | | 0 Comments »

Norma sosial dapat menekan konflik sosial setidaknya dengan tiga cara:

•norma sosial mencegah munculnya konflik – misalnya: di sebuah keluarga yang menerapkan norma ‘semua dibagi rata’, tidak akan muncul konflik mengenai bagaimana membagi makanan, uang jajan, dll; di sebuah masyakakat yang mengutamakan harmoni, orang cenderung menyembunyikan ketidakpuasannya
•norma sosial mengatur bagaimana konflik dijalankan – misalnya: ada norma bahwa pihak-pihak yang berselisih harus berusaha menyelesaikan masalah mereka sendiri sebelum mengundang pihak ketiga untuk menengahi; ada norma yang mendorong masyarakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan sebelum membawa masalah tersebut ke pengadilan
•norma sosial menyediakan solusi terhadap masalah yang muncul – misalnya: norma ‘sing tuwo ngalah’ mengarahkan bagaimana sebuah perselisihan dapat diselesaikan.

Di sisi lain, norma sosial dapat mendorong konflik:
•norma sosial mendorong untuk mempertahankan posisi – misalnya: norma ‘membela kaum lemah’, ‘membela tanah air’, ‘melawan ketidakadilan’ mendorong orang untuk teguh mempertahankan posisinya
•norma sosial yang digunakan berbeda atau diterjemahkan secara berbeda – misalnya: penganut norma ‘time is money’ cenderung berkonflik dengan penganut norma ‘alon-alon waton kelakon’; pihak yang menekankan pada aspek ‘alon-alon’ cenderung berkonflik dengan yang menekankan pada aspek ‘kelakon’.
•norma sosial berkaitan dengan masalah emosi dan persepsi akan ‘keadilan’ – misalnya ketika para terroris maupun pemerintah America sama-sama menganggap diri sebagai penegak kebenaran.

Read More......
Posted in | | 0 Comments »

Hasil analisis deskriptif dimaksudkan untuk memperjelas gambaran secara kualitatif
kecenderungan variabel penelitian ini. Gambaran tersebut disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi berdasarkan perhitungan nilai rata-rata, skor terendah dan tertinggi dan dianalisis kecenderungan. Gambaran umum tersebut dipaparkan sebagai berikut:•Dampak program permukiman terhadap interaksi sosial masyarakat

Berdasarkan distribusi data yang diperoleh dampak program permukiman terhadap
intensitas hubungan dengan masyarakat lainnya yang ada di luar lokasi kebanyakan tidak pernah berhubungan dan hanya sebahagian yakni yang sering berhubungan. Intensitas hubungan dengan keluarga atau kerabat dekat ternyata kebanyakan keluarga yang selalu berhubungan dengan keluarga dekat yang ada dalam permukiman tersebut. Sedangkan intensitas hubungan dengan tetangga yang ada disekitar rumahnya menempati intensitas tinggi dan hanya sebahagian kecil yang tidak pernah berhubungan.Kegiatan mengikuti acara hajatan seperti perkawinan, sunatan dan kenduri mempunyai intensitas hubungan hanya yang selalu mengikuti dan hanya sebahagian kecil yang tidak pernah mengikuti kegiatan tersebut.Sedangkan hubungan sosial seperti kerja bakti,memperbaiki kanal dan membersihkan tempat ibadah yang dilakukan sekali seminggu, sebahagianbesar masyarakat sering mengikuti dan hanya sebagian kecil yang tidak pernah mengikuti.Intensitas hubungan mengenai kehadiran dalam kelompok sosial seperti arisan atau perkumpulan Lainnya ,hanya sebagian yang selalu mengikuti dan sebagian lagi kurang berminat dalam mengahadiriacara tersebut dan ada juga yang tidak pernah menghadiri acara tersebut

SARAN

1.Salah satu program pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat pinggiran khususnya masyarakat nelayan dan petani dengan jalan memukimkan kembali (resettlement) masyarakat ke permukiman

2. Kepada masyarakat pada umumnya, dan terutama yang ada dilokasi permukiman agar memanfaatkan,memelihara sarana dan fasilitas umum dan sosial yang telah disediakan pemerintah. Sedangkan bagi masyarakat yang belum menempati lokasi dan rumah yang telah disediakan agar dapat memanfaatkan secepat mungkin. Terima Kasih

Read More......
Selasa, 15 Desember 2009 Posted in | | 0 Comments »

Konflik dan kecarutmarutan sosial yang berkembang di negeri ini dapat mengancam konsensus yang telah diikrarkan dan masih diakui: satu nusa, satu bangsa, satu bahasa. Permasalahan yang berkembang juga mencabik dasar-dasar kehidupan bersama yang diagungkan: kemanusiaan, persatuan, demokrasi dan keadilan. Kenyataan ini menunjukkan kepicikan kita dalam mengelola hidup bersama. Indonesia yang memiliki ragam dan kekayaan budaya yang sangat banyak seharusnya dapat mengembangkan kearifan yang tinggi. Indonesia yang juga memiliki sumberdaya melimpah seharusnya
tidak menjadi negara yang masuk dalam kategori miskin, tidak aman, korupsi, pelanggar HAM dan memiliki ketidakpastian hukum tinggi, serta ‘perlu dihindari’.Lalu, kerusakan di negeri ini nyaris sempurna. Karenanya, tidak salah bila ada orang yang apatis, tidak lagi ingin mendengar dan melihat apa yang sedang terjadi. Pada sisi lain, banyak pula orang masih menikmatinya, menunggu-nunggu munculnya kejelekan lainnya, siap terlibat dalam perkara kejelekan itu, atau menjadi pengobarnya. Ada juga yang optimis dengan keadaan bangsa ini setelah melakukan analisis secara terpercaya.
Saat negeri ini belum bisa lepas dari berbagai masalah kebangsaan, tantangan dan ancaman lain datang dengan sangat deras, yaitu bencana alam datang silih berganti. Pada sisi lain zaman pasar bebas sudah dimulai dan akan terus membesar serta menyeret Indonesia dengan berbagai ideologi dan kepentingan yang tidak sejalan dengan kepentingan negeri ini. Ada kekuatan yang mengarah dan berupaya untuk menginjak kehidupan yang selama ini ada dan dengan bersusah payah dibangun di negeri ini bila tidak ada upaya yang cerdas dan bijak menghadapinya. Upaya ini adalah bagian dari berbagai potensi yang ada, khususnya keragaman sosial dan budaya, di samping sumber daya alam yang masih tersisa.
Salah satu hal yang menarik adalah perubahan pada tingkat kelompok, komunitas atau masyarakat dari satu pola ke pola lainnya. Hal lain yang tidak kalah menariknya adalah ketidakkonsistenan dan ketidakseragaman pola yang dianut pada level yang berbeda. Maksudnya, seseorang bisa saja masuk dalam suatu kelompok tertentu tetapi pada waktu yang bersamaan dia juga menjadi anggota kelompok yang lain lagi yang polanya secara langsung. Dilihat dari sisi individu, dalam menjalankan aplikasina memang lebih besar. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang bersatu dan merupakan himpunan dari berbagai potensi. Artinya, aneka potensi yang kuat. Untuk mencapai sinergi ini, pemerintah perlu mengembangkan model Kerja sama antar kelompok (SARA) yang utuh. Persoalannya, berbagai potensi yang ada dan tentunya berbeda-beda, justru sering dianggap sebagai hambatan tanpa melihat sisi positif dari orang lain.
Salah satu asumsi yang digunakan untuk menjelaskan ketunggalikaan adalah dari sisi tidak mendiskriminasi segala sesuatu. Ketika hal ini terjadi maka jurang Pemisah hilang yang berarti pula terdapat kecairan hubungan yang identik dengan kesatuan dan persatuan yang kukuh.

Read More......
Posted in | | 0 Comments »

Sifat majemuk dari bangsa Indonesia, disamping merupakan kebanggaan hendaknya pula
dilihat bahwa suatu negara dengan keanekaragaman suku-bangsa dan kebudayaan mengandung
potensi konflik. Oleh karenanya guna menuju suatu integrasi nasional Indonesia yang kokoh,
terdapat berbagai kendala yang harus diperhatikan.
Melihat ada empat masalah pokok yang dihadapi, ialah
(a) mempersatukan aneka-warna suku-bangsa.
(b) hubungan antar umat beragama.
(c) hubungan mayoritas-minoritas dan ,
(d) integrasi kebudayaan.
Diantara sekitar 210 juta orang penduduk Indonesia dewasa ini, sulit diketahui secara pasti
distribusi jumlah dari masing-masing suku-bangsa. Menilai bahwa berapakah sebenarnya jumlah
suku-bangsa di Indonesia, sampai saat kini masih sukar ditentukan secara pasti. Hal ini
disebabkan ruang lingkup istilah konsep suku-bangsa dapat mengembang atau menyempit,
tergantung subyektivitas. Sebagai contoh, paling sedikit di Pulau Flores terdapat empat suku-
bangsa yang berbeda bahasa dan adat-istiadatnya, ialah orang Manggarai, Ngada, Ende-Lio dan
Sikka. Namun kalau mereka ada di luar Flores, mereka biasanya dipandang oleh suku-bangsa
lainnya atau mereka mengidentifikasikan dirinya sebagai satu suku-bangsa, ialah Flores.
paradigma tersebut ditrapkan untuk orang Cina di Indonesia, adalah tidak tepat. Dilihat
dari perbandingan jumlah orang Cina dengan keseluruhan penduduk, konotasi minoritas bagi orang
Cina memang tepat. Akan tetapi ditinjau dari kekuasaan yang dimilikinya, terutama dalam
pengertian ekonomik, adalah tidak tepat jika golongan Cina di Indonesia termasuk minoritas.
Secara ekonomik, orang Cina di Indonesia memiliki peranan yang cukup besar.
Paradigma ini adalah sebagai salah satu upaya untuk lebih dapat memahami pengertian minoritas
yang memiliki kompleksitas dimensi dan variabel.
Selanjutnya, berdasarkan dimensi dan variabel lain, pemakaian istilah golongan minoritas bagi
orang Cina dapat dibenarkan karena dalam rangka hubungan dengan penduduk bumiputera, posisi
mereka adalah sebagai subordinat; sebaliknya berbagai suku-bangsa bumiputera tidak selalu berada
pada kedudukan supraordinat atau kelompok dominant. Pengklasifikasian apakah belum ditulis,
misalnya adanya kecenderungan untuk melakukan perkawinan dengan sesama golongannya

Read More......
Posted in | | 0 Comments »

Konflik yang dalam bahasa Indonesia acap disebut sebagai pertentangan atau perselisihan dapat terjadi pada hubungan yang bersifat individual yang terjadi sebagai akibat perilaku atau perebutan kepentingan masing-masing individu yang bersangkutan. Kepentingan itu bisa berkenaan dengan harta, kedudukan atau jabatan, kehormatan, dan lain sebagainya. Konflik sosial berarti pertentangan antara kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat yang diikat atas dasar suku, ras, jenis kelamin, kelompok, status ekonomi, status sosial, bahasa, agama, dan keyakinan politik, dalam suatu interaksi sosial yang bersifat dinamis. Baik dalam masyarakat homogin maupun dalam masyarakat majemuk konflik sosial merupakan hal yang biasa terjadi, bahkan menjadi unsure dinamis yang melahirkan berbagai kreatifitas masyarakat. Konflik sosial mustahil dihilangkan sama sekali. Yang harus dicegah adalah konflik yang menjurus pada pengrusakan dan penghilangan salah satu pihak atau para pihak yang berkonflik. Oleh karena itu konflik harus dikendalikan, dikelola, dan diselesaikan melalui hukum. Yang berarti melalui jalan damai.
Konflik dapat bersifat tetap dan dapat pula bersifat cadangan. Konflik yang bersifat laten adalah pertentangan yang tertutup dan belum mencuat
keterbuka kepermukaan. Misalnya, kesenjangan dalam pengupahan antara pekerja perempuan dengan pekerja laki-laki dalam suatu perusahaan yang berlangsung secara diam-diam tertutup oleh dominasi budaya patrimonial pada suatu saat meledak dan menjadi konflik terbuka. Contoh lain misalnya dominasi posisi badan pemerintahan oleh etnis atau ras tertentu dapat mengundang kecemburuan dan kekecewaan etnis lain yang merupakan suatu konflik yang bersifat laten. Suatu konflik laten yang tidak segera diatasi pada ketikanya akan meletus menjadi perselisihan terbuka.
Konflik sosial dapat terjadi karena berbagai prasangka dan sebab. Seperti, prasangka-prasangka ras, suku, agama, keyakinan politik atau ideologi, dan lain sebagainya, dan sebab adanya ketidak-adilan dalam akses pada sumberdaya ekonomi dan politik. Adanya ketidak-adilan akses pada sumberdaya ekonomi dan politik memperparah berbagai prasangka yang sudah ada di antara kelompok-kelompok sosial. Sejarah Indonesia menunjukkan prasangka yang sudah ada di antara kelompok-kelompok sosial dipertajam dan diperparah oleh kebijakan negara. Misalnya kebijakan pemerintah kolonial Belanda yang mengistimewakan golongan Eropa, dan Tionghoa telah mempertajam prasangka rasial antara golongan Melayu ( pribumi ) dengan golongan Tionghoa

Read More......
Senin, 14 Desember 2009 Posted in | | 0 Comments »