. WELCOME TO MY BLOG

Kebanyakan Perempuan Indonesia walaupun mengenyam pendidikan tinggi ,Misalkan didaerah kebanyakan hanya sebatas SMP /SMU tidak jarang juga setelah menikah mereka memilih menjadi Ibu Rumah Tangga di waktu Usia belia.

Menjadi ibu rumah tangga, itu juga merupakan “profesi yang sangat mulia”. Ibu Rumah Tangga dalam mendidik anak dalam keluarga juga diperlukan intelektualitas. Rumah adalah sarana pendidikan bagi anak-anak kita, rumah adalah pusat pelatihan etika dan intelektualitas bagi anak-anak. Ibu adalah guru terbaik buat anak-anak dirumah, Mengajari mereka pendidikan dasar seperti sopan santun, akhlak yang baik dll. Maka sangatlah penting sebuah pendidikan dan intelektualitas yang dimiliki oleh seorang ibu sebagai modal mendidik anak-anaknya kelak.

Di era globalisasi saat ini , perkembangan teknologi informasi dalam kehidupan di rumah juga membutuhkan peranan perempuan yang berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga dimana dalam kehidupan sehari-hari penggunaan teknologi di dalam rumah juga sangat besar seperti alat komunikasi (HP, Pesawat Telpon, Mesin Fax), Kulkas, Microwave, Kompor Listrik, Komputer, Internet dll) , dan tekhnologi ini sangat membantu para ibu rumag tangga dalam pekerjaanya sehari-hari dalam mengurus kebutuhan keluarga.

Penggunaan internet oleh kaum ibu yang berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga mempunyai dua sudut pandang yaitu penggunaan internet oleh dirinya sebagai wanita dan penggunaan internet oleh anak-anaknya. Penggunaan internet untuk kebutuhan pribadinya bisa mencakup berbagai motif atau kebutuhan mengenai berbagai informasi yang mungkin berkaitan dengan dunia perempuan atau rumah tangga dan lainnya sedangkan penggunaan internet oleh anak-anaknya berkaitan dengan kebutuhan informasi bagi pendidikan di sekolah anak atau yang berhubungan dengan tugas sekolah anak. Disinilah sebagai seorang Ibu dapat mengarahkan anak-anaknya dalam menggunakan internet sesuai dengan kebutuhan (internet sehat).

Read More......
Jumat, 04 Mei 2012 Posted in | | 0 Comments »

Bila dilihat dalam seluruh disiplin ilmu , pun kita menuntut sebuah ukuran yang dinamakan keteraturan yang sistematis dan logis Karena itu yang diharapkan dari sebuah tulisan yang baik adalah tulisan yang sistematis untuk dibaca, serta logis dalam alur berpikirnya. Misalkan penyakit diabetes, seseorang tidak pernah dinyatakan meninggal karena penyakit diabetes, biasanya seseorang meninggal dikarenakan penyakit jantung, radang paru-paru, dan sebagainya, tapi bukan diabetes, Namun tidak disadari banyak orang, diabetes adalah penyakit utama yang seringkali tidak langsung menampakkan gejala yang mengerikan yang dapat membunuh manusia, namun dampak-dampak dari diabeteslah yang akhirnya membunuh orang tersebut. Ini sama halnya dengan pemikiran seseorang, sebuah kerusakan tulisan tidak langsung diatributkan kepada seseorang, namun pada banyak hal lainnya, yang sebenarnya dampak dari pemikiran seseorang itu.

Kita boleh beranggapan bahwa semua pemikiran harus didekonstruksi untuk menunjukkan bahwa kata-kata tidak dapat berkesesuaian dengan realitas, namun artikel singkat ini tidak akan membahas pemikiran ini terlalu dalam. Salah satu pemikiran yang perlu diwaspadai adalah ketidaksenangan terhadap segala sesuatu yang logis dan sistematis. Dengan menolak bahwa adanya pemikiran dan tata aturan yang logis dan sistematis

Karena itu alangkah indahnya apabila tulisan kita memiliki alur yang sistematis dan logis, sehingga pembaca bisa mengikuti alurnya dengan baik dan sampai pada kesimpulan yang tepat pula. Penilai paling tepat akan tulisan kita sendiri seringkali bukanlah diri kita sendiri. Cobalah memberikan tulisan kepada kawan yang tidak tahu mengetahui tentang topik yang ingin kita sampaikan. Apakah ia sampai pada kesimpulan yang anda inginkan pembaca simpulkan? Apakah ia bisa menerangkan kembali alur argumen kita dengan jelas? Itulah tandanya tulisan yang baik: logis dan sistematis dalam proses berfikir .

Read More......
Jumat, 16 Maret 2012 Posted in | | 0 Comments »

A. Peranan Pidato

Peranan pidato, ceramah, penyajian penjelasan lisan kepada suatu kelompok massa merupakan suatu hal yang sangat penting, baik pada waktu sekarang maupun pada waktu-waktu yang akan datang. Dalam sejarah umat manusi adapat dicatat betapa keampuhan penyajian lisan mengubah sejarah umat manusia atau sejarah suatu bangsa. Penyajian lisan dapat berguna bagi masyarakat, untuk mengembangkan suatu tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan lebih luhur. Tetapi sebaiknya keahlian bicara itu menenggelamkan umat manusia beserta nilai-nilai dan hasil-hasil kebudayaannya. Sebab itu sebagai seorang mahasiswa harus berusaha pula memiliki kemahiran mengungkapkan pikiran secara lisan atau dengan singkat penyajian lisan, bukan saja menghendaki penguasaan bahasa yang baik dan lancar, tetapi disamping itu menghendaki pula persyaratan-persyaratan lain.

B. Metode Penyajian
Terdapat 2 perbedaan dalam persiapan-persiapan yang diadakan pada waktu menyusun komposisi penyajian lisan. Pertama, dalam penyajian lisan perlu diperhatikan gerak-gerik, sikap, hubungan langsung dengan hadirin, sedangkan komposisi tertulis sama sekali tak diperhitungkan. Kedua, dalam penyajian lisan tidak ada kebebasan bagi pendengar untuk memilih mana yang harus didahulukan mana yang dapatdiabaikan. Sebab itu persiapan-persiapan yang diperlukan untuk menyusun sebuah uraian lisan, di samping memperhatikan hal-hal tersebut di atas, tergantung pula dari metode penyajiannya .Dikenal empat macam metode penyajian lisan, yaitu :

1. Metode Impromptu (serta-merta)
Metode penyajian berdasarkan kebutuhan sesaat. Tidak ada persiapan sama sekali, pembicara secara serta-merta berbicara berdasarkan pengetahuannya dan kemahirannya.

2. Metode menghafal
Metode ini merupakan lawan dari metode pertama diatas. Penyajian lisan yang dibawakan dengan metode ini bukan saja direncanakan, tetapi ditulis secara lengkap kemudian dihafal kata demi kata. Cara ini juga akan menyulitkan pembicara untuk menyesuaikan dirinya dengan situasi dan reaksi-reaksi pendengar selagi menyajikan gagasannya.

3. Metode naskah
Metode ini jarang dipakai, kecuali dalam pidato resmi atau pidato-pidato radio. Metode ini sifatnya masih agak kaku, sebab bila tidak mengadakan latihan yang cukup maka pembicara seolah-olah menimbulkan suatu tirai antara dia dengan pendengar.

4. metode ekstemporan (tanpa persiapan naskah)
Metode ini sangat dianjurkan karena merupakanjalan tengah. Uraian yang akan dibawakan dengan metode ini direncanakan dengan cermat dan dibuat catatan-catatan yang penting. Metode ini lebih banyak memberikan fleksibilitas dan variasi dalam memilih diksinya. Sebaliknya metode ini terlalu bersifat sketsa, maka hasilnya sama dengan metode impromptu.

Persiapan Penyajian Lisan
Terdapat 7 langkah persiapan untuk penyajian lisan diantaranya :

a.Meneliti masalah :
1.Menentukan maksud
2.Menganalisa pendengar dan situasi
3.Memilih dan menyempitkan topik.

b.Menyusun uraian :
4.Mengumpulkan bahan
5.Membuat kerangka uraian
6.Menguraikan secaramendetail.

c.Mengadakan latihan :
7.Melatih dengan suara nyaring.

Urutan ketujuh langkah di atas tidak mutlak harus diikuti dengan cermat seperti itu, tetapi yang jelas urutan kelompok meneliti masalah harus mendahului kelompok menyusun uraian, dan mengadakan latihan peregangan mulut merupakan bagian yang terakhir. Namun perubahan urutan dapat saja dilakukan dalam tiap kelompok.

Menentukan maksud dan topik
Setiap tulisan selalu menentukan topik tertentu yang ingin disampaikan kepada para hadirin, dan mengharapkan suatu reaksi tertentu dari para pembaca atau pendengar. Sebab itu dalam menentukan maksud sebuah uraian lisan, pembicara harus selalu memikirkan tanggapan apa yang diinginkan para pendengar. Oleh karena itu topik pembicaraan dan tujuannya merupakan hal yang tidak dipisahkan satu dari yang lain.Topik dan tujuan pertama-tama merupakan persoalan dasar bagi tema uraian dan wujud dari tema itu sendiri, dan kedua, topik dan tujuan bertalian sangat erat dengan tanggapan yang diharapkan dari para pendengar dengan mengemukakan tema.

C. Penutup
Sekian Penjabaran tentang seputar ragam pidato kiranya dapat bermanfaat,Terima Kasih

Read More......
Jumat, 02 Desember 2011 Posted in | | 0 Comments »